Attention!

"ATTENTION! NO COPY-PASTE THIS BLOG WITHOUT PERMISSION OR DIE!!! Please, be my guest and follow me. Gomapta!" ^^

Minggu, 08 Mei 2011

Fanfic: SNSD ~Crazy School Days~ [part 2]

Perhatian!
Dilarang keras mencopas isi fanfic ini (dan juga semua yang ada di blog ini). Harap meminta izin terlebih dahulu sebelumnya dan selalu cantumkan link hidup. Tolong hargai kerja keras penulis. Fanfic ini hanya bertujuan untuk menghibur selain itu enggak ada maksud lain. Gomapta! Copas? YOU DIE!!! Mwahahahaha!!!

Cast: SNSD Members
Genre: Komedi gak jelas, kekeke



*Taeyeon, Hyoyeon, Sunny dan Tifanny POV

"Hyo, bagaimana persiapan panggungnya? Sudah beres?", tanya Taeyeon sambil membolak-balikkan halaman buku yang dia baca.

"Oh panggung? Tenang aja ketua, semua beres kok." Hyoyeon mengacungkan jempolnya. "Tapi ada beberapa masalah niy.", tambahnya.

"Masalah apa Hyo?" Taeyeon mengerutkan dahinya dan menatap Hyoyeon.

"Itu ketua, kembang api."

"Lho? Memang apa masala..."

Belum sempat meneruskan perkataannya, Sunny langsung menghampirinya dengan muka masam.

"Yah! Kim Taeyeon! Apa kau lupa??? Aku kan takut kembang api! (ini aku ambil dari salah satu Sunny's fact) Lagian idemu kembang apimu juga norak tahu!!!", bentak Sunny marah-marah.

"Norak?! Apa maksudmu Sunny???", tanya Taeyeon balik.

"Iyalah, apa lagi klo bukan norak coba? Masa siang-siang mau nyalain kembang api siy? Siapa yang mau lihat coba? Yang ada kita cuma dengerin bunyinya doang. Lain hal kalo kondangan Taeng." *kondangan? (-,-)a

"Ya ya, kalian ini. Sudah, jangan ribut lagi." Hyoyeon mencoba menenangkan. "Kurasa perkataan Sunny ada benarnya Taeng. Lebih baik rencana kembang api itu kita batalkan saja ya. Buang-buang duit.", ucap Hyoyeon bijak.

Sadar perkataan kedua temannya itu benar, Taeyeon hanya mengangguk tanda setuju sambil menghela nafas kekecewaan (dasar leader aneh #plak, wkwkwkwk).

"Gitu dong. Semangat ketua!", hibur Hyoyeon.

Gruk...gruk...gruk... Perut Taeyeon berbunyi nyaring dan langsung menyita perhatian.

"Aigooo, bunyi perut siapa tuh?", tanya Sunny pura-pura tidak tahu.

"Hmm, iya. Ayo ngaku." kata Hyoyeon menatap Taeyeon.

"Aish, iya, itu perutku. Aku gak sempat sarapan tadi.", gumam Taeyeon.

"Lebih baik kau makan dulu Taeng.", ucap Tifanny khawatir.

"Iya, kau makan saja dulu. Biar di sini kami yang urus. Gih sana." Sunny mendorong Taeyeon keluar ruangan.

"Arraso, arraso. Kalau begitu aku ke kantin dulu ya.", pamit Taeyeon.

*Jessica dan Yuri POV

Enggak beberapa lama kemudian, Yuri akhirnya sampai juga di depan rumah Jessica.

"Aigooo, akhirnya... Huff...", kata Yuri ngos-ngosan sambil mengusap keringatnya yang bercucuran. Kemudian Yuri memencet bel rumah Jessica.

Ting...tong...ting...tong...

"Iya sebentar!", teriak Jessica dari dalam rumah.

"Woi, ayo buru!", ucap Yuri kesal karena ternyata Sica masih sibuk berdandan.

"Iya Yul, sebentar. Kau masuk saja dulu." Jessica membuka pintu rumahnya.

"Sica, aku minta minum dong. Haus niy.", Yuri pun langsung masuk ke arah dapur.

"Ambil aja sendiri di kulkas tuh."

"Okey."

Gluk...gluk...gluk..gluk...

"Ah! Segar!!!"

"Ya ampun Yul, kau ini haus apa HAUS???", sindir Sica melihat Yuri yang telah menghabiskan satu botol penuh air mineral.

"Diam kau Sica. Memangnya gara-gara siapa aku menderita kayak gini?!" Yuri memandang Sica sinis.

"Ya Yul, maaf deh. Abis enggak ada yang bangunin aku tidur siy."

"Gimana mau bangun? Kau tidur udah kayak mayat. Susah banget dibangunin.", ejek Yuri.

"Yah! Memangnya kenapa tidurku?!", bentak Sica kesal.

"Ah sudahlah. Ayo cepat kita berangkat. Ntar yang ada si Taeng marah-marah mulu bawaannya hari ini." Yuri mengalihan pembicaraannya.

"Iya. Aku jadi takut melihat mukanya Yul...", gumam Sica.

"Oh ya? Bukannya kebalik?"

"Apanya?", tanya Sica heran.

"Yang ada seluruh sekolah malah takut sama kamu tahu."

"Takut? Memangnya aku ngapain?" Sica tambah heran dengan maksud perkataan Yuri yang menahan geli.

"Ice princess. Kau pikir apa arti julukkanmu itu hah?"

"Maksudmu aku..."

"Dasar bodoh. Sudahlah kalau enggak ngerti. Ayo berangkat.", ucap Yuri sambil merangkul Sica yang masih kebingungan.

*Sooyoung, Yoona dan Seohyun POV

"Huwah, akhirnya kita sampe tepat waktu juga!", teriak Yoona bangga.

"Iya unnie, akhirnya...", jawab Seohyun dengan muka letih. Mereka semua terpaksa harus jadi sprinter dadakkan pagi-pagi.

"Kau enggak apa-apa Seohyun?", tanya Sooyoung khawatir melihat muka maknae yang pucat.

"Enggak pa-pa kok unnie." Seohyun tersenyum.

"Ya sudah, lebih baik kita langsung masuk ke aula aja yuk. Sekalian nyari tempat duduk.", ajak Sooyoung.

"Iya."

"Youngi, aku ke kantin bentar ya nyari makan. Kau mau nitip apa niy?", ucap Yoona cuek.

"Aish! Rusa! Kau tidak lihat Seohyun sekarat kayak gini apa? Masih aja mikir makanan!", bentak Sooyoung.

"Makanya aku mau ke kantin sekalian beli makanan buat Hyunnie. Kayaknya dia belum makan tuh." Yoona memandang Seohyun.

Sooyoung pun kaget dan langsung menatap Seohyun.

"Apa??? Jadi kau belum sarapan Seohyun-ah???", tanya Sooyoung.

"Maaf unnie... Aku takut telat, jadi enggak sempat..." Seohyun hanya bisa tertunduk lesu.

"Yasu Yoong, kau belikan nasi uduk aja di kantin." (mwo??? sejak kapan di Korea ada nasi uduk???)

"Okey, ada lagi?"

"Minumnya es teh manis aja dua. Aku haus.", tambah Sooyoung. (minuman paporit author, kekeke)

"Sip." Yoona pun langsung ngacir ke tempat favoritnya.

"Ckckckck, anak itu emang enggak ada capeknya.", gumam Sooyoung keheranan melihat Yoona. "Ayo Seohyun-ah, kita cari tempat duduk. Kau bisa jalan? Atau mau kugendong?"

"Ow, tidak usah unnie. Aku masih bisa jalan kok.", jawab Seohyun malu-malu.

"Okey klo begitu." Sooyoung pun menggandeng tangan sang maknae dan menuju aula tempat acara.

*Taeyeon POV

Aduh, kemana anak itu? Masih belum dateng juga ya. Dasar ratu lelet, mestinya dia dapet julukkan itu daripada 'ice princess'. Ah... Tesseo, tesseo. Gak usah dipikirin Taeyeon-ah, yang ada nanti kau malah stress sendiri.

"Bos Taeng!", panggil seseorang padaku.

"Oh kau rupanya Yoona-yah. Kukira Sica", ucapku kesal.

"Owalah, pagi-pagi gini udah bad mood aja siy.", kata Yoona sambil mencubit pipiku.

"Yah! Kau ini... Sakit tahu!!!", bentakku namun Yoona hanya tertawa.

"Bwahahahaha!!! Lucu!" 

"Lucu apanya?! Kamu tuh ketawa mulut udah kayak buaya. Lebar banget!"

"Yah bos Taeng, gitu aja marah." Yoona pun menunjukkan aegyo-nya yang sangat amat kubenci.

"Aish... Hentikan!" aku memalingkan wajahku dari Yoona untuk menghindari aegyo-nya itu. Namun yang ada Yoona makin menjadi-jadi. "Hei rusa, sudah kubilang hentikan!"

"Yaiks, kau juga memanggilku dengan sebutan itu?" Yoona menghentikan aegyo-nya.

"Memang siapa lagi yang memanggilmu dengan julukkan itu?", tanyaku heran karena ternyata ada juga yang menyadari kelakuan Yoona seperti rusa, hehehe.

"Ah, itu si Youngie.", jawabnya kecut.

"Hahahaha, akhirnya ada juga yang menyadari kelakuanmu itu.", balasku.

"Aw bos Taeng, kau jahat.", katanya manja. "Btw Taeng unnie, sedang apa kau di kantin? Tumben pagi-pagi udah ngetem di sini.", tanyanya heran.

"Kau pikir aku di sini mau berenang hah? Tentu saja aku mau cari makan. Gara-gara si Sica, aku jadi enggak sempet sarapan.", jawabku kesal. "Kau sendiri kenapa udah jajan jam segini?", tanyaku pada Yoona.

"Oh ini, aku membelikan makanan untuk dongsaeng-ku tersayang." Yoona menunjukkan plastik makanan berisi nasi uduk Mbok Minah (sekali lagi, penulis lagi stress, wkwkwkwk).

"Dongsaeng? Sejak kapan kau punya adik? Setahuku kau...", ujarku heran.

"Namanya Seohyun, unnie. Dia tetanggaku dan Sooyoung. Aku sudah menganggapnya seperti adik sendiri." Yoona menjelaskan.

"Ow begitu. Aku kira kau beneran punya adik. Kasihan sekali yang jadi adikmu, hehehe.", ejekku.

"Yah unnie, kau tega sekali berkata demikian. Ya sudahlah, aku mau ke aula dulu ya mengantar makanan ini. Dah unnie!" Yoona pun bergegas pergi meninggalkanku.

"Okey."

Dongsaeng? Seperti apa gerangan yang menjadi dongsaeng Yoona itu ya. Hmm, aku jadi penasaran. Tapi sudahlah, lebih baik aku sekarang isi perut dulu sambil nunggu Sica dan Yuri datang.

*Sica dan Yuri POV

"Hosh...hosh... Yul... Tunggu aku dong...:", rengek Sica.

"Aish, kau ini lelet banget siy. Ayo cepat, nanti kita terlambat." Yuri menarik tangan Sica.

"Aduh! Sakit Yul!"

"Salahmu sendiri bangun telat. Kayak gini niy akibatnya.", ujar Yuri marah-marah. "Gara-gara kamu juga tadi aku ketiban sial.", tambahnya.

"Ne? Memangnya tadi kau kenapa?"

"Tadi aku..." Yuri membayangkan kembali kejadian yang telah lalu. Lalu dia pun teringat kalau dua orang angker teman gadis yang ditabraknya itu. 'Sepertinya aku pernah melihat mereka? Tapi dimana ya?' gumamnya dalam hati.

"Yul?"

"Hmm?"

"Tadi kenapa?"

"Ah sudahlah Sica, aku malas mengingatnya." Yuri memperkuat genggamannya pada Sica.

Dari kejauhan bel sekolah mereka berbunyi tanda sudah masuk. Yuri pun terpaksa harus menggendong Sica yang sudah sangat kepayahan.

"Sica, maaf ya.", ucapnya.

"Eh??? Apa yang kau lakukan Yul???", Sica terkejut dengan tindakkan Yuri.

"Sudah kau diam saja kalau enggak mau telat."

Mereka atau lebih tepatnya Yuri pun langsung berlari menuju gerbang sekolah yang akan segera ditutup. Karena bila mereka terlambat, tentunya mereka bakalan dapet hadiah utama yaitu membersihkan toilet selama satu minggu, wkwkwkwk. (kadang hidup itu memang kejam, hohoho)

To be continue...

My Note:
Huwah, selesai juga bagian kedua fanfic ini. Maaf ya, ceritanya jadi tambah ngaco, kekekek. Ah, jujur gw bingung apakah fanfic ini harus dimasukkin unsur yuri atau enggak. Terutama tentang Yulsic couple (I'm Yulsic shipper, hehehe). Yasulah, kita liat aja nanti jadinya kayak gimana. Pastinya gw usahain cerita ini untuk semua umur. Klo mau bikin yang dewasa mah gak di sini, wkwkwkwk. Okey, sekian dulu aja ya dari gw. Terlalu pendek ya? Maklum stress lagi kumat, gak nahan lama-lama depan lappy. Yup, see you next! Adieu! ^3^

6 komentar:

cha_sya mengatakan...

wkwkwkwk...jiah hayalan tingkat tinggi....
tapi keren banget.
yang dewasa kenapa nggak??? xixixi chemistry nya aja mungkin ditambahin...

iya cuap-cuap fanficnya terlalu dikit,maunya tiap hari diposting .
Gubrak!!!
Kaburrrrrrrrrrrrrr!

Aru mengatakan...

Hohoho, cha_sya kau nakal ya. Btw ntr yg dewasa aku bikin di wordpress aja, kekeke. Ketahuan bu pim ntr aku di-SP.

Sip-sip, ntr dilanjut lagi kok. Tambah ngaco pastinya, wkwkwkwk,,, xD

cha_sya mengatakan...

he he gak papa,itu artinya daya nalar nya aru makin ocre...
tambah ngaco....wkwkwkwk gak papa asal 1 benang merahnya,...kalo nggak ada benang merahnya pinjem sama tukang jahit banyak tuh....^______^ tuing......lariiiiiiiii

Aru mengatakan...

Bwahahaha,, sayangnya aku masih innocent, kekekekek. Tapi gara-gara skrg ini sering ngetem di WP, jd agak sedikit teracuni (bisa gaswat niy, wkwkwkwk).

Tenang, klo egk ada benang ntr aku pake tali rafiah atau tali tambang, kakakakak,, *mengejar cha_sya,, xD

Farah Delfa Nurhanifah mengatakan...

izin copas ya kak

dini wijayanti mengatakan...

Thorrr.. Ini cuma mau tanya,, ini kan komedy trusss arah critA nya mau d bwa kmn ya? Hehe.. #reader garuk2#,,