Attention!

"ATTENTION! NO COPY-PASTE THIS BLOG WITHOUT PERMISSION OR DIE!!! Please, be my guest and follow me. Gomapta!" ^^

Selasa, 22 Februari 2011

K-History: Shin Yoon Bok

Aigooo! Rupanya demam POTW belum surut dalam diri gw. Entah kenapa kayaknya sulit banget buat gw lepas dari bayang-bayang drama ini. Sumpah, baru sekarang ini gw bisa cinta mati sama drama saeguk. Apa lagi sama 'Dan Nyang Couple'-nya (forever!) yg sangat sweet~! Udah ah, daripada gw terus melayang-layang egk jelas kemana arahnya, mending gw nulis lagi dan yg akan gw bahas kali ini adalah mengenai Shin Yun Bok atw yg dikenal dengan Hyewon. Yups, kita belajar sejarah ya. Ow, seandainya dia masih hidup gw pengen banget ketemu sama Yun Bok-seonsaengnim ini. Penasaran abis sama wajahnya yg konon katanya ganteng (ahay!). Yasu, kita mulai aja ya. Sebelum gw nulis lebih lanjut gw cuma mw bilang klo postingan ini gw ambil dari berbagai sumber. Okey, lanjut!

Poitrait of a Beauty


The Lovers Under the Moon


Profile
  • Name: 신윤복/ 申潤福/ Shin Yoon Bok (Shin Yun-bok) 
  • Real name: 신가권/ 申可權/ Shin Ka Gwon
  • Pen name: 혜원/ 蕙園/ Hye Won (Hyewon)
  • Courtesy name: 입부/ 笠父/ Ip Bu (Ip-pu)
  • Other name: 덕여/ Deok Yeo
  • Born: 1758
  • Birthplace: Hanyang
  • Nationality: Joseon
  • Hometown: Hayeoteum resident, Hanyang, Joseon
  • Education: 첨절제사/ 僉節制使/ cheomjeoljesa (at the royal painting institute Dohwaseo)
  • Job: Independent, painter
  • Activity period: 1758-1813 (?)

Family & Relatives
  • Father: 신한평/ Shin Han Pyeong (1726-1809?)
  • Mother: 홍천피/ Hong Cheon Pi
  • Younger brother: 신윤도/ Shin Yoon Do
  • Younger sister: 신/ Shin
  • Great uncle: 신일흥/ Shin Il Heung
  • Kind of great grandfather: 신세담/ Shin Se Dam

Galeri (혜원풍속도/ 蕙園風俗圖/ Hyewon pungsokdo)
Pastime
  • Dancing together with holding two knives/ 쌍검대무 (雙劍對舞), Two kisaeng are performing geommu (sword dance)
  • An amusing day in a spring field/ 상춘야흥 (賞春野興)
  • Resounding geomungo, praiseworthy lotus/ 청금상련 (廳琴賞蓮), 혹은 연당야유 (蓮塘野遊)
  • A boat party on the clean river/ 주유청강 (舟遊淸江)
  • Entertainment for summering/ 납량만흥 (納凉漫興)
  • Absorbing in the ssangyuk play/ 쌍육삼매 (雙六三昧), Ssangyuk is a Korean traditional game similar to chess
  • Playing tuho under the forest/ 임하투호 (林下投壺), Tuhoo is a Korean traditional competing game similar to darts. Players draw an arrow into a vase.
Gibang
  • Nothing happens in the gibang chamber/ 기방무사 (妓房無事)
  • Whiling away the hours at a cheongru/ 청루소일(靑樓消日)
  • Waiting for drinks being served at a hongru/ 홍루대주 (紅樓待酒)
  • Holding a drinking party/ 주사거배 (酒肆擧盃)
  • Who will be the hero at the brothel?/ 유곽쟁웅 (遊廓爭雄)
Daily life
  • A scenery on Dano day/ 단오풍정 (端午風情), Depicts a scene on Dano day; semi-nudes bathing in the stream, a woman in a bright red hanbok rides a swing, two young monks peek in the background
  • A story of a street by a stream/ 계변가화 (溪邊街話)
  • Gossiping at the well at night/ 정변야화 (井邊夜話)
  • Monks asking for alms on the street/ 노상탁발 (路上托鉢)
  • A woman washing a laundry meets the seeker/ 표모봉심 (漂母逢尋)
  • The dance of a shaman/ 무녀신무 (巫女神舞)
Meeting
  • Young people's outgoing/ 연소답청 (年少踏靑), The picture illustrates a scenery of Hanryang(man-about-town) flirting with Kisaeng on the street in spring.
  • Leading a Kisaeng, passing on the red leaves/ 휴기답풍 (携妓踏楓)
  • Finding the temple after hearing a bell sound/ 문종심사 (聞鍾尋寺)
  • Biguni (a Buddhist nun) greeting a gisaeng/ 이승영기 (尼僧迎妓)
  • Running into each other on the street/ 노중상봉 (路中相逢)
Lovers
  • Spring mood covers all the places/ 춘색만원 (春色滿園)
  • A young boy plucking an azalea/ 소년전홍 (少年剪紅)
  • The lovers under the moon/ 월하정인 (月下情人)
  • A secret meeting under the moon/ 월야밀회 (月夜密會)
  • A secret trip at night/ 야금모행 (夜禁冒行)
Lust
  • A widow's lust in spring/ 이부탐춘 (嫠婦耽春)
  • A beautiful tie between the tree in autumn/ 삼추가연 (三秋佳緣)
Other
  • Portrait of a Beauty/ 미인도 (美人圖), Depicts the standard of traditional beauty in the Joseon era. Realistic details of the hanbok are notable
  • Waiting
Dancing Together with Holding Two Knives

Holding a Drinking Party

Konon Shin Yun Bok lahir pada tahun 1758 ketika raja Joseon saat itu Jeongjo berumur 34 tahun dan tidak diketahui kapan tanggal dan bulannya. Shin Yun Bok merupakan anak sulung dari tiga bersaudara pasangan Shin Han Pyeong (ayah) dan Hong Cheon Pi (ibu). Dia mempunyai seorang adik laki-laki bernama Shin Yun Do dan seorang adik perempuan bernama Shin (krg tw nama lengkapnya, mian). Shin Yun Bok aslinya bernama Shin Ka Gwon, tapi karna namanya sama dengan nama anak dari musuh sang ayah akhirnya dia pun mengganti nama belakangnya menjadi Yun Bok. Silsilah keluarga Shin Yun Bok sendiri cukup rumit (sangat rumit bwt diterjemahin), jd gw gak berani bwt nampilin takut salah. Shin Yun Bok memang berasal dari keluarga seniman ternama, ayah dan kakeknya bekerja sebagai pelukis istana yang bekerja untuk kerajaan di lembaga seni (Dohwaseo). Sang ayah, Shin Han Pyeong pernah ikut serta melukis lukisan potret Raja Yeongjo dan Jeongjo. Maka egk heran klo akhirnya dia juga bekerja di sana dan meraih pangkat cheomjeoljesa. 

Shin Yun Bok mahir melukis berbagai lukisan, aliran, pemandangan dan binatang dengan gaya yang berbeda. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa dia telah meninggalkan sejumlah besar lukisannya karna popularitas aliran lukisan pada era tersebut. Namun Shin Yun Bok rupanya lebih suka melukis dengan tema realistis yang menyangkut kehidupan pada saat itu khususnya kaum bangsawan (Yangban) yang dengan tajam menyindir kelakuan mereka. Shin Yun Bok menganggap para bangsawan pada saat itu kebanyakan bersifat munafik. Selain itu dia juga senang melukis yang bertemakan shamanisme juga lukisan berbau erotisme dan sensual. Padahal di dinasti Joseon tema-tema seperti ini sangat dilarang karna mereka menganut paham Konfusianisme yang kuat. Akibat lukisannya yang ekstrim itu, Shin Yun Bok pun akhirnya dikeluarkan dari lembaga seni. Pada tahun 1813, Shin Yun Bok mengeluarkan lukisannya yang terakhir. Lalu dia pun menghilang dari sejarah dan tidak diketahui lagi dimana rimbanya. Di Dohwaseo sendiri tidak ada catatan apapun mengenai Shin Yun Bok. Apa lagi juga ayah dan anak tidak diizinkan untuk bekerja dalam satu ruangan yang sama, karna sang ayah juga seorang pelukis. Wlopun ada juga yang mengatakan bahwa sebenarnya Shin Yun Bok tidak pernah menjadi anggota Dohwaseo. Jadi bingung euy. >_<

Waiting

A Young Boy Plucking an Azalea

Shin Yun Bok yang punya nama pena Hyewon (yg artinya "taman yang ditumbuhi dengan anggrek") ini dikatakan sangat dekat dengan Danwon Kim Hong Do dan Owon Jang Seung Eop, yang kemudian saat ini mereka dikenal sebagai "Three Wons of Joseon Dinasty" atw tiga Won dari dinasti Joseon. Menurut catatan sejarah, Shin Yun Bok merupakan seorang pria yang tinggi dan tampan. Meski dalam drama atw film dia kerap digambarkan sebagai seorang wanita gara-gara nama penanya tersebut. Banyak yang mengatakan kalau Shin Yun Bok berada di bawah bayang-bayang Danwon Kim Hong Do. Namun bila dibandingkan dengan kedua rekannya, Shin Yun Bok cenderung memakai wanita untuk menjadi inti dari lukisannya, terutama gisaeng. Bisa dibilang dialah pelopornya karna sebelumnya wanita tidak pernah muncul dalam lukisan manapun. Shin Yun Bok memfokuskan melukis kecantikkan seorang wanita yang sedang jatuh cinta. Dia mampu memperlihatkan daya tarik dan kehangatan dari para wanita tersebut. Saat itu wanita mulai menjadi sosok yang mandiri dan masyarakat juga mulai berani mengekspresikan emosinya dengan bebas. Melalui karyanya yang mengungkapkan kepekaan yang tinggi dan tanpa ada batasan, lukisan Shin Yun Bok menjadi tonggak awal perubahan tersebut 

Karya-karya Shin Yun Bok terkumpul dalam sebuah album yang dinamakan Hyewon pungsokdo. Album ini berisi 30 lukisan karyanya yang dilukis sepanjang dinasti Joseon dimana dia hidup saat itu dengan menggunakan nama pena Hyewon. Pada awalnya, album Hyewon ini berada di Jepang tanpa ada informasi apapun.  Pada tahun 1930, Jeon Hyeopil (전형필: 全 蓥 弼) yang lalu mendirikan Gansong Art Museum, membeli album tersebut dari seorang agen yg menjual barang antik di Osaka, Jepang dan baru memasangnya sebagai sebuah album. Oh Sechang (오세창) yang merupakan seorang wartawan dan aktivis pro-kemerdekaan pada saat itu menulis terjemahan dan membuat gambar depan untuk album tersebut. Kemudian Pada tahun 1970, Hyewon pungsokdo resmi ditunjuk sebagai harta negara ke-135 milik Korea Selatan dan diadakan koleksi pamerannya di Gansong Art Museum yang terletak di Seongbuk-gu, Seoul, Korea Selatan. Dari sekian banyak lukisannya, ada dua lukisannya yang sangat terkenal dari Shin Yun Bok yaitu Portrait of a Beauty yang dilukis di atas kain sutra mengenai kecantikkan seorang wanita Joseon dengan pakaian hanbok yang dilukis secara detail dan Scenery on Dano day yang dilukis di atas kertas dengan mengambil tema festival Dano dimana para wanita sedang asyik merayakannya tanpa tahu klo ada dua orang biksu tengah mengintip mereka (lukisan ini termasuk semi-nude).

The Painter of the Wind (Baramaui Hwawon)

Colour, Sharaku (Saek, Sharaku)

ki-ka: Kim Min Su & Moon Geun Young (as Shin Yun Bok)

Sosok Shin Yun Bok sendiri pernah diangkat ke dalam novel yang lalu dibuat drama dan filmnya. Salah satu yang paling terkenal adalah novel karangan Lee Jung Myung yang berjudul The Painter of the Wind (Baramaui Hwawon). Di sini Shin Yun Bok digambarkan sebagai seorang wanita yang menyamar sebagai pria untuk menyelidiki masa lalunya dimana orang tuanya terbunuh saat dia masih kecil lengkap dengan konspirasi intrik politik pada masa itu. Novel buatan tahun 2007 ini terbilang sukses karna terjual sebanyak 300.000 kopi (uwah, pengen baca). Kemudian pada tahun 2008 diadaptasi menjadi sebuah drama series dengan judul yang sama. Di drama ini, Shin Yun Bok diperankan oleh artis Moon Geun Young, sedangkan Kim Hong Do diperankan oleh aktor senior Park Shin Yang dan berhasil menyabet berbagai penghargaan. Selain itu pada tahun yang sama juga dibuat filmnya dengan judul Potrait of a Beauty dengan Kim Min Su sebagai Shin Yun Bok. Film ini sempat mengundang kontroversi dimana poster film tersebut dinilai terlalu vulgar. Novel lain yang juga mengangkat tokoh Shin Yun Bok adalah Colour, Sharaku (Saek, Sharaku) yang ditulis oleh Kim Jae Hee. Novel ini menceritakan misteri seputar Kim Hong Do, Shin Yun Bok dan pelukis Jepang yang misterius, Toshusai Sharaku. Sharaku (1794-1795) sendiri merupakan salah seorang pelukis cetak kayu terbesar di Jepang. Sharaku disebut-sebut sebagai orang Joseon yang dikirim oleh Raja Jeongjo ke Edo sekitar tahun 1792 sebagai agen rahasia, yang tak lain adalah Shin Yun Bok! Hal itu dikarenakan Sharaku dikenal sebagai seorang pelukis yang misterius yang tiba-tiba menghilang setelah 10 bulan berada di Jepang dan hanya meninggalkan beberapa lukisan indah.

Drama version

Movie version

Bisa dibilang Shin Yun Bok sangat berpengaruh dalam dunia seni lukis di Korea terutama pada era Joseon, meski tidak banyak informasi mengenai keberadaan dirinya. Yup, Shin Yun Bok merupakan sosok yang misterius, hingga akhir hayatnya tidak pernah diketahui dan menghilang dari catatan sejarah. Lukisan Shin Yun Bok telah membuka jalan kebebasan berekspresi. Lukisan Shin Yun Bok favorit gw siy Lovers Under the Moon, krna menurut gw lukisan itu sangat romantis plus menyiratkan kesedihan (jd inget episode 16 POTW, huhuhu). Boleh dibilang Shin Yun Bok juga salah satu orang yang menjadi inspirasi gw. Sejak ngeliat drama POTW, gw jadi suka banget sama tokoh ini dan penasaran seperti apa dia sebenernya. Pasti ganteng banget, wkwkwk. Okey, sekian ulasan sejarah untuk kali ini. See you next time and enjoy your day! Bye! ^^

Special thanks for credits:
id.wikipedia.org
en.wikipedia.org
ko.wikipedia.org
koreatimes.co.kr

4 komentar:

Anonim mengatakan...

misteri bgt kisahx yach...

Aru mengatakan...

Semakin misterius sosoknya, semakin menarik, muhahaha. ^^

Anonim mengatakan...

hehe, aru bs aj...
but yupz, makin misteri, makin aneh, makin seru jadix, hehe...
like kotak pandora, makin dilarang dibuka, makin pengen dunk. peraturan dbwt, bwt dilanggar, xixixi (jgn ditiru yach, just kidding);P

Ummu Shofie mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.