Attention!

"ATTENTION! NO COPY-PASTE THIS BLOG WITHOUT PERMISSION OR DIE!!! Please, be my guest and follow me. Gomapta!" ^^

Senin, 10 Januari 2011

Review K-Movie: Fair Love

Gimana siy rasanya punya pacar beda usia 25 tahun??? Mungkin pertanyaan itu yang ada dibenak gw pas mw nonton film ini. Ya, film Korea buatan tahun 2009 yang berjudul Fair Love ini dibintangi oleh Ahn Sung Ki ajussi (jadi inget filmnya si om The Romantic President, hohoho) dan Lee Ha Na mengangkat tema tersebut. Tadinya siy gw gak begitu tertarik cuma pas liat sinopsisnya niat gw berubah, jd inget masa lalu (sama penasaran juga). Jujur, gw suka cerita2 kyk gini. Seperti percintaan Kang Mae sama Du Ru Mi di Beethoven Virus atw hubungan antara Shin Yoon Bok dengan Kim Hong Do di Painter of the Wind (tapi saya penggemar 'Dan Nyang Couple', hehehe). Btw mgkn ini salah satu review-an yg gw buat dengan penuh kesabaran. Why? Karena dvd-nya rusak! Sial, baru juga beli gak tahunya ngadat euy. Tapi egk masalah siy, ntr gw tuker. Gw tetep nonton niy film karena jalan ceritanya unik. Sip, mari kita mulai bahas. Fight-oh! Oh! (Yankumi mode: ON). 



Fair Love menceritakan tentang Hyung Man (Ahn Sung Ki) seorang pria berumur sekitar 50 tahunan yang bekerja sebagai tukang reparasi kamera tua. Film pun dimulai dengan saat Hyung Man diajak oleh teman-temannya untuk menjenguk Ki Hyuk, salah satu temannya yang dulu pernah membawa kabur uangnya. Hyung Man yg awalnya menolak akhirnya bersedia bertemu dengan Ki Hyuk yg sekarang ini tengah menderita kanker hati (si om rupanya masih marah niy, wajarlah). Ki Hyuk pun meminta maaf kepada Hyung Man dan berkata kalau dia adalah teman baiknya. Oleh karena itu, Ki Hyuk yang mempunyai seorang anak perempuan lalu menitipkannya kepada Hyung Man. Awalnya niy om nolak, tapi ngeliat temennnya itu udah meninggal akhirnya terpaksa deh dia nerima wasiat terakhir temennya itu (yg namanya wasiat mesti dijalanin). Esoknya sambil foto-foto, Hyung Man mencari alamat rumah Nam Eun (Lee Ha Na) dan memotret rumahnya. Lalu adegan pun berlanjut dimana sekarang si om lagi makan di rumah abangnya yang udah berkeluarga (numpang makan tepatnya, hehehe) dan sang kakak ipar yg kurang menyukai dirinya. Setelah makan, Hyung Man bergegas menemui temannya yang menyuruhnya untuk bertemu Nam Eun. Rupanya Hyung Man masih terbebani dengan wasiat Ki Hyuk dan memutuskan kembali ke tempatnya bekerja (bengkel kamera). Meski masih bimbang, akhirnya Hyung Man memberanikan diri mendatangi rumah gadis itu. Nam Eun yang udah tahu siapa Hyung Man lalu menyuruhnya masuk. Ya, si om ini yang disuruh ayahnya untuk menjaga dirinya. Di dalam rumah (wah, rumahnya berantakkan kyk kmr gw, wkwkwkwk), Nam Eun membuatkannya teh dan dia pun bercerita klo saat ini dia baru aja kehilangan dua sosok dalam satu waktu (ayahnya sama kucingnya). Namun entah kenapa dia egk merasa sedih ketika sang ayah meninggal, justru dia lebih sedih saat kucingnya mati (sampe nangis gitu katanya). Hyung Man yang dipanggilnya ajussi (paman) lalu menjelaskan padanya klo itu adalah hal yang wajar bila kita lebih merasa kehilangan kepada sesuatu yang telah banyak kita beri, makanya setiap orang tua akan sangat sakit saat kehilangan anaknya (ow, gitu ya om). Nam Eun mengerti sekaligus heran, kenapa si paman bisa berkata demikian padahal dia belum pernah menikah (bujangan euy, hehehe). Sang paman tentu aja kaget kok Nam Eun bisa tahu. Gadis itu lalu bilang klo ayahnya sering bercerita tentang dirinya (ayahnya ember niy, khe khe khe). Tanpa sengaja teh yg diminum Hyung Man tumpah dan mengenai bajunya. Nam Eun lantas meminjamkan baju ayahnya dan menyuruh sang paman untuk memilih yang dia suka dan ternyata hampir semua baju ayahnya merupakan milik si om yg egk dibalikkin (ckckck, parah niy ayahnya). Sambil mengambil kembali baju2nya, Hyung Man pun bertanya kepada Nam Eun. Rupanya dia penasaran kenapa gadis itu menggunakan syal yg kemudian dijawabnya karena dia gampang masuk angin, hahaha. Sang paman lalu pamit pulang dan berkata pada Nam Eun klo tempatnya bekerja ada di dekat sini, tapi gadis itu rupanya sudah tahu karna dia sering melewati kantor sang paman. Merasa egk enak, Nam Eun pun membantu Hyung Man membawakan barang2nya. Di perjalanan mereka bercakap-cakap. Gadis berumur 25 tahun ini bertanya kepada sang paman apakah dirinya masih membenci ayahnya. Lalu Hyung Man menjawab klo dia udah egk benci ayahnya. Nam Eun pun tersenyum. Sampai di kantor, Nam Eun yang penasaran egk sengaja menyentuh barang2 kepunyaan Hyung Man (yg orang lain blm tentu diizinin nyentuh lho, hehe). Melihat hal tersebut, Hyung Man berkata bahwa Nam Eun adalah orang pertama yang dizinkan menyentuh barang2nya. Gadis itu pun menjawab alangkah menyenangkan bila menjadi orang yang pertama (sweet deh ah ^^). Hyung Man juga menjelaskan kepada Nam Eun yg bertanya padanya kenapa dia bisa memperbaiki semuanya klo untuk memperbaiki sesuatu baik itu besar atau kecil, rumit atw tidak kita hanya perlu tahu penghubungnya aja (yup, I agree!).





Keesokkan harinya, Hyung Man kedatangan sang keponakkan cowok yang memintanya untuk dipotret. Karena kesal dengan keponakkannya yg kebanyakkan gaya, si paman menyuruh dia buat operasik plastik aja (wkwkwk, si om marah tuh). Ditambah lagi dia curhat tentang cerita cintanya yg bertepuk sebelah tangan selama 3 tahun, makin parah dah moodnya. Gak lama kemudian, Nam Eun datang mengunjunginya dengan alasan untuk mengambil baju kotor Hyung Man. Pegawainya kaget, lalu Hyung Man memperkenalkan gadis itu sebagai 'keponakkan'-nya. Kemudian sang paman yg risih bilang klo dia egk pa2. Melihat sikap si paman kyk gitu, Nam Eun lantas buru2 pamit tapi balik lagi dan berkata apa sikap Hyung Man seperti itu karna perjanjiannya dengan sang ayah dan dia pun pergi. Hyung Man lantas mengejar Nam Eun dan bilang kepadanya klo dia egk usah mikir yang macem2. Si paman juga ngizinin dia buat main ke kantornya kapan pun dia mau (wlo menurut si om mungkin membosankan bwt anak cewek kyk dia). Nam Eun pun menjadi senang dan akhirnya ngintil juga sampe ke kantor. Saat makan siang, Nam Eun yang ikut makan bareng mulai menunjukkan perhatiannya pada sang 'paman'. Tanpa sungkan dia membersihkan mulut Hyung Man dengan tisu (wkwkwk, pegawainya pada kaget tuh om). Egk hanya itu aja, pas pegawainya udah pada pulang dan tinggal mereka berdua. Hyung Man yang sedang bekerja terkejut dengan kata2 Nam Eun yang bilang klo si paman ganteng dan dia juga berkata klo laki-laki yang sedang berkonsentrasi bekerja itu seksi (wah, salting niy paman xD). Buru2 deh si om berkilah klo dia adalah teman ayahnya. Namun dengan tenangnya Nam Eun menjelaskan sekali lagi klo yang seksi itu bukan si ajussi tapi laki-laki yang lagi bekerja keras, hehehe. Hyung Man lalu balik bertanya kepadanya apa dia punya pacar yg dijawab sama tuh cewek klo pacaran dengan yg seumuran itu egk seru (ckckck, seleranya om2 niy). Egk sengaja Nam Eun menemukan baju kotor Hyung Man dan memaksa untuk membawanya pulang untuk dicuci wlopun diikutin oleh sang paman. Sampai di rumahnya, Hyung Man bertanya kenapa rumah Nam Eun berantakkan mulu. Rupanya karna sering diobrak-abrik penagih hutang dan juga karna dulu sering kabur-kaburan, jadinya selalu seperti ini. Lalu Nam Eun meminta sang paman untuk memperbaiki mesin cucinya yg rusak. Sambil menunggu diperbaiki, gadis itu bertanya pada Hyung Man berapa jumlah uang yg dibawa kabur ayahnya dan dijawab 80 juta (parah!). Nam Eun kaget dan kemudian tertidur karna kelamaan nunggu tuh mesin dibetulin.



"Ajussi, you're handsome..."

Esoknya Nam Eun kembali berkunjung ke tempatnya. Rupanya para pegawai memutuskan untuk piknik ke pantai. Di tengah jalan, Nam Eun meminta dipotret di halte yang baru aja mereka lewatin. Demi memenuhi permintaan gadis ini, akhirnya mereka pun balik lagi dan berfoto bersama (kecuali si paman yg tetep di mobil). Pulang dari pantai, Nam Eun merasa klo Hyung Man bersikap aneh padanya (mukanya bete terus). Dengan alasan mengambil baju kotor, akhirnya Nam Eun pun berani bertanya tentang sikap sang paman yang demikian. Tapi yang ada Hyung Man malah marah-marah dan menuduh gadis itu yang macem2 krna terlalu akrab dengan para pegawainya. Mendengar jawaban tersebut, Nam Eun menjawab klo sang paman sedang cemburu. Nam Eun juga menjelaskan klo dia egk ada hubungan apa2 dengan mereka. Karna susah ngebujuk Hyung Man, akhirnya dia pun pamit pulang. Sebelum pulang Nam Eun meminta sang paman untuk ke rumahnya karna (kali ini) tv nya rusak. Saat Nam Eun udah pulang, Hyung Man menyadari klo ternyata dia udah jatuh cinta dengan Nam Eun (chukae ajussi! hehehe ^^). Saat di rumah abangnya, Hyung Man rupanya lagi dijodohin dengan kenalan iparnya yang berumur 39 tahun. Tapi dia menolak dan bertanya apakah egk ada yg lebih muda lagi. Kontan aja abang sama iparnya kaget, terlebih sang keponakkan (cewek) bilang padanya klo mau nanti sang paman dikenalin sama temen2 (ortunya langsung marah2, wkwkwk). Hyung Man lalu menemui temannya yg seorang pastor untuk bertanya tentang cinta beda usia itu apakan diperbolehkan atw tidak berdasarkan alkitab (sah2 aja siy menurut gw). Egk dapet jawaban yang memuaskan, akhirnya dia balik ke kantornya. Di sana udah menunggu pelanggannya yg komplein krna udah 3 minggu kameranya blm dibetulin dan pada saat itu juga Hyung Man memperbaiki kameranya yg hanya butuh waktu 1 menit! (owalah, om om...). Hyung Man yg masih bingung juga, akhirnya curhat dengan pegawainya tentang masalah yang dihadapinya. Sementara itu, di luar kantor rupanya Nam Eun telah lama menunggunya. Hyung Man mencoba mengalihkan pembicaraan ketika Nam Eun bilang padanya untuk jujur dengan dirinya sendiri, karna ternyata gadis itu pun merasakan hal yang sama. Melihat sikap sang paman yang pura2 egk tahu, akhirnya Nam Eun pergi dengan kesal (jujur aja napa si om >_<).



menunggu adalah salah satu bagian adegan kencan di dalam komik (gak nyambung..)

Saat sedang bekerja, Hyung Man mendapat telepon dari Nam Eun yang mengabarkan klo saat ini dia lagi berkencan dengan cowok seumurannya seperti yang disuruh sang paman, wlopun dia juga bilang sangat membosankan. Hyung Man yang khawatir, akhirnya pergi menemui Nam Eun di kampusnya. Sang paman lalu menjelaskan bahwa perasaan Nam Eun padanya saat ini mungkin hanya sekedar pelarian saja karna gadis itu telah kehilangan figur seorang ayah. Namun Nam Eun menyangkal dan malah marah2 kepada Hyung Man, dia pun pergi meninggalkan sang paman sambil menendang bangku saking keselnya (ngamuk niy ceritanya, hoho). Melihat sikap Nam Eun yang demikian, sekali lagi Hyung Man berkonsultasi dengan Jin Tae, pegawainya yg paling dia percaya untuk mengambil keputusan. Kemudian Hyung Man berlari sekuat tenaga menuju rumah Nam Eun (ati2 om udah umur, hehehe) untuk menemui sekaligus 'menembak' gadis itu. Nam Eun pun senang karna akhirnya cintanya egk bertepuk sebelah tangan. Lalu mereka pun berkencan (haha, serasa anak muda niy om). Di tengah adegan, Hyung Man meminta Nam Eun untuk tidak lagi memanggilnya 'ajussi' tetapi dengan sebutan 'oppa' (ok deh kk, wkwkwk) dan adegan romantis pun berlanjut. Salah satunya saat Nam Eun berani mencium sang kakak sebagai salah satu peristiwa penting untuk diingat (agresif jg ya niy cewek, good!). 




"oppa, kau harus ingat hari ini ya.."

Di balik perasaan senang ternyata Hyung Man juga tertekan. Dia merasa berdosa karena telah berpacaran dengan anak dari temannya sendiri, lalu dia pun kembali mendatangi temannya yang pastor untuk pengakuan dosa. Wlopun awalnya sungkan, Hyung Man akhirnya bisa menceritakan hal itu kepada temannya. Tentu aja temannya itu kaget setengah mati dan menuduhnya gila krna berani melakukan hal tersebut. Tapi Hyung Man membela diri dan berkata apakah salah bila laki-laki dan wanita yg belum menikah jatuh cinta? Temannya juga merasa egk sepenuhnya dia salah, hanya saja kenapa harus Nam Eun. Di tengah perdebatan, Hyung Man menerima telepon dari Nam Eun. Gadis itu bilang klo Jung Suk salah satu pegawainya Hyung Man memaksa untuk bertemu dengannya dan sekarang berada di gerbang kampusnya (temennya yg pastor juga kaget krna sekarang Nam Eum memanggil Hyung Man 'oppa', wkwkwk). Hyung Man yg khawatir bergegas menjemput Nam Eun di kampusnya dengan taksi. Di dalam taksi, Nam Eun melihat ada giring2 (atw lonceng gt ya) dipajang dan meminta benda itu kepada Hyung Man yg lalu membelinya dari tukang taksi, hehe. Kemudian mereka pun pergi ke pantai, jalan2 berdua. 


"Oppa, chemissoseo..."

Saat sedang menunggu bis, Nam Eun berceletuk kepada sang oppa andai Hyung Man punya mobil. Rupanya hal tersebut ditanggapi serius oleh Hyung Man dan langsung keesokkan harinya dia meminta sang abang untuk menjual mobil miliknya kepadanya. Abangnya bingung dengan permintaan Hyung Man karna setahu dirinya adiknya selalu berada di kantor. Hyung Man pun mengakui klo dia udah punya pacar dan mereka pun kaget terlebih lagi mengetahui klo ternyata kekasih Hyung Man adalah anak dari temannya. Dengan segera berita itu pun menyebar. Salah satu temannya mendatangi Hyung Man di kantornya. Temannya memintanya untuk menyadari perbuatannya, tapi Hyung Man membela diri dan berkata klo Nam Eum itu seksi (Aigooo! wkwkwk) dan dia juga menganggap Nam Eun sebagai seorang wanita bukan anak dari temannya. Hyung Man lalu menemui Nam Eun yang lagi menggerus tembok klo dia lagi stres (kyk kucing aja yak ^^). Gadis itu bilang klo tadi dia didatangi oleh pastor dan mendoakannya (mksdnya biar dia sadar gt), makanya dia kesel. Sang oppa berusaha menghibur Nam Eun dengan bilang klo sekarang dia udah punya mobil, tapi yang ada mereka malah berantem gara2 Nam Eun menyuruh Hyung Man untuk berhenti bekerja dan beralih menjadi seorang fotografer saja. Hyung Man lalu bilang klo hal itu egk mungkin dan gadis itu pun pergi. Di kantor, Hyung Man menerima telepon dari Nam Eun yg meminta maaf padanya (pegawainya kaget pas tw bosnya dipanggil oppa, hehehe). Gadis itu juga meminta agar Hyung Man menginap di rumahnya dengan alasan mesin cucinya rusak lagi. Malamnya sang oppa pun datang dan memperbaiki mesin cucinya. Setelah itu Hyung Man mengajak Nam Eun untuk membicarakan masalah mereka, tapi gadis itu bilang semuanya percuma saja klo Hyung Man tetap seperti sekarang. Lalu dia pun pergi.

Keesokkan harinya, seolah egk terjadi apa2, Nam Eun kembali menelpon Hyung Man yg lagi kerja dan bilang pada sang oppa apakah dia ingat tentang hari ini. Rupanya Nam Eun tengah berulang tahun. Hyung Man kemudian pergi menjemput gadis itu di kampus dengan membawa bunga dan kado setelah sebelumnya dibujuk oleh para pegawainya (maklum, si om blm pernah pacaran). Di sini kita bakalan liat adegan dimana sang oppa ngasih kejutan buat Nam Eun, hehehe (lucu, kyk anak muda). Malamnya mereka dinner di restoran mahal (krn harga makanannya yg sama dengan si om harus memperbaiki 100 kamera, hehe). Namun, lagi2 mereka berantem gara2 Nam Eun bilang klo dia ingin kuliah ke luar negeri yang dianggap oleh Hyung Man sebagai tanda klo gadis itu sudah bosan kepadanya (jg krna si om udah egk unik lagi). Tapi Nam Eun tidak menganggapnya seperti itu dan balik berkata kepadanya bukannya Hyung Man yang menyuruhnya untuk mandiri. Gadis itu pun kecewa saat tahu ternyata hubungan mereka ternyata egk ada artinya bagi Hyung Man, lalu dia pun pergi meninggalkannya seorang diri. Hyung Man merasa bersalah, kemudian dia mencoba untuk menghubungi Nam Eun, tetapi yang bersangkutan egk ngangkat (masih marah kyknya). Tiba2 keponakkan laki2 nya datang untuk curhat (duh, saat kyk gini juga) dan dia pun heran tumben pamannya egk marah pas dengerin dia curhat. Setelah itu Hyung Man pergi menemui Nam Eun di rumahnya dan berkata apa yg mesti dia lakukan untuknya. Gadis itu sekali lagi menjawab klo dia hanya ingin sang oppa berhenti bekerja dan menjadi fotografer agar nantinya mereka bisa bekerja bersama-sama. Namun, Hyung Man berkata klo semua egk segampang yg dia kira, apa lagi untuk seseorang yg sudah berumur seperti dirinya, lalu sang oppa pun pergi.

Stres karna pekerjaan, akhirnya Hyung Man jatuh sakit (si om muntah2) dan dia pun diantar temannya yg pastor ke rumah sakit untuk berobat. Dari temannya juga dia tahu klo Nam Eun akan pergi ke luar negeri. Mendengar hal itu, Hyung Man langsung pergi mencari Nam Eun yg saat itu lagi ada di toko pakaian. Gadis itu kaget melihat sang oppa marah2 dan menuduhnya akan meninggalkannya. Belum sempat Nam Eun memberi penjelasan, Hyung Man yg marah meninggalkan Nam Eun. Malamnya, sang oppa menyesali sikapnya kepada Nam Eun tadi siang dan pergi meminta maaf sambil bawa2 kembang api. Namun sayang, kali ini Nam Eun bener2 egk menanggapi permintaan maaf Hyung Man. Keesokkan harinya Nam Eun datang ke kantor sang oppa. Dia bercerita klo kemarin malam dia egk bisa tidur memikirkan kata2 Hyung Man dan dia pun sadar klo seseorang itu emg sulit untuk berubah, baik itu dirinya maupun Hyung Man. Oleh karena itu, akhirnya Nam Eun meminta putus dengan sang oppa untuk introspeksi diri masing2. Saat akan pergi, Hyung Man mencoba untuk menghentikan Nam Eun dengan memegang tangannya. Dengan lembut, gadis itu melepaskan tangannya dari sang oppa dan pergi. Hyung Man pun frustasi dengan apa yg baru saja dia alami. Para pegawainya kemudian mencoba untuk menghiburnya, begitu juga keponakkan laki2nya yg awalnya datang untuk curhat. Tapi, Hyung Man hanya bisa menangis dan meminta maaf kepada semuanya (poor si om, patah hati deh). Adegan pun beralih ke rumah sakit dimana saat ini Hyung Man akan menjalani pemeriksaan karena sakit yang dia derita. Dia mengalami masalah pencernaan dan harus diopname. Malam pun tiba, saat Hyung Man sedang beristirahat diam2 Nam Eun menjenguknya. Gadis itu berkata kepada sang oppa klo ternyata dia menyadari bahwa seseorang itu egk mungkin bisa berubah sepenuhnya baik itu dirinya atw pun Hyung Man. Namun demi sang oppa dia akan berusaha mencobanya. Nam Eun kemudian mengajak sang oppa untuk memulai semuanya dari awal lagi dan scene pun berganti saat mereka sedang piknik ke pantai untuk pertama kalinya, sekaligus mengakhiri film ini...


My Opinion

Kisah cinta beda usia sebenernya sah2 aja menurut gw. Selain itu emg egk dilarang kok menurut agama, kecuali mereka ada hubungan darah. Cuma pastinya mereka harus siap dengan omongan2 miring di sekitarnya (yg egk penting untuk didengerin). Yup, Fair Love pertama kali tayang di Busan International Film Festival 2009. Film ini sangat disukai dan mendapat banyak pujian jadinya diputer untuk publik deh pada 14 Januari 2010 kemarin. Filmnya sendiri emg punya cerita yg unik untuk gw wlopun endingnya agak ngegantung. Ortu gw sendiri beda 10 tahun, jd egk ada salahnya kok punya pacar yg lebih tua asal dia blm nikah. Film ini juga mengajarkan kita untuk saling percaya kepada pasangan masing2 dan menerima segala kelebihan dan kekurangan mereka. Kita bisa lihat gimana pada akhirnya Hyung Man ajussi bisa punya pacar yg jauh lebih muda dan juga cantik setelah menjomblo 50 tahun, wlopun pada awalnya dia merasa ragu. Juga Nam Eun yg menerima sang oppa yg jauh lebih tua darinya (lbh pantes jd ayahnya). Tapi juga kita jangan terlalu berharap mengubah pasangan kita sesuai dengan apa yg kita mau, krna seseorang egk bisa berubah kecuali dia sendiri yg merubahnya. Akting om Ahn Sung Ki emg egk bisa diragukan lagi, umur segitu berperan jadi bujangan menurut gw cukup sulit. Lee Ha Na sendiri bisa dibilang lumayan, meski ada sedikit adegan dimana dia ngomong terlalu terburu-buru (tapi dia manis jadi Nam Eun ^^). Dari segi alur, gw agak kurang ngerti, kok cepet banget ya mereka bisa jatuh cinta but its okey. Finally, film ini gw rekomen bwt yg suka cerita cinta yg unik dan beda. Gak rugi kok nontonnya, hehehe. Yasu, sekian review-an gw kali ini yg lumayan puanjang. Selamat malam n oyasuminasai. Ja! ^^

6 komentar:

vanilaeru mengatakan...

wah, ngeliat film ini di lapak dari kapan tau udah penasaran..
thx ya recapnya...

btw, saya juga pernah melting sama orang yang 13 tahun lebih tua dari saya. dan menurut saya wajar-wajar aja kisah cinta begini.

iis RF mengatakan...

kayaknya seru bisa jadi referensi film klo lg bosen hehe...

Aru mengatakan...

@vanilaeru,,
hoho, sama2 onni. klo aq dulu pernah pacaran sm yg 8 thn lbh tua. Sygnya skrg dia udah nikah, huhuhu. Jd curhat, hehehe. ^^

@iis,,
wah thx onni udh mampir. btw kyknya blog lg eror, jd agak susah bwt follow. ntr aq follow dirimu dulu aja ya. xD

Devi Rouli mengatakan...

Wahh ky'y onni suka cerita yg pasangan beda usia yach :D

tp sm sich dr q jg suka cwo cwo yg lebih tua 8 smp 10 thn...

Aru mengatakan...

@Devi,,
Aq emg suka cerita kyk gitu. Gimana ya, mereka emg punya pesona tersendiri siy, hehehe. xD

Annisa Alifia mengatakan...

Akhirnya ketemu juga org kyk admin...
yah cerita beda usia yg jauh itu emg keren... salam kenal ya min..

Minta saran film yg ceritanya ttg hubungan guru dgn murid dong min... atau mungkin yg ceritanya murid SMA yg suka sama org yg udah kerja gitu...

Sekian. Makasih :))