Attention!

"ATTENTION! NO COPY-PASTE THIS BLOG WITHOUT PERMISSION OR DIE!!! Please, be my guest and follow me. Gomapta!" ^^

Kamis, 13 Januari 2011

Review J-Movie: Dear Friends

Menurut kamu apa siy arti seorang teman? Apakah penting? Klo jawaban gw siy pastinya teman itu penting, tp yg lebih penting lagi bila kita mempunyai seorang teman sejati (krna hanya saja temen bisa nusuk dari belakang). Ya, untuk kali ini gw mw bahas tentang salah satu film Jepang yang sangat sukses bwt gw berlinang air mata nontonnya (padahal udah tengah malem). Jadi, kita rehat sejenak dari Hallyu alias Korea. Dear Friends merupakan film Jepang buatan tahun 2007. Film yg diadaptasi dari manga karangan YOSHI dengan judul yg sama ini dibintangi oleh Keiko Kitagawa sebagai Rina Takahashi (jd inget dia jd Sailor Mars, hehehe) dan Yuika Motokariya sebagai Maki. Sebenernya udah lama banget gw nyari film ini. Pertama kali baca resensinya di majalah film sekitar setahun yang lalu (dah lama juga ya) dan langsung deh gw hunting filmnya. Akhirnya baru ketemu hari Jumat kemarin, itu juga gak sengaja dan cuma tinggal satu2nya di lapak langganan gw (finally, thx God!). Okey, tanpa basa-basi mari kita review film Dear Friends-nya. Yeah!






Film Dear Friends dimulai dengan adegan Rina (Keiko Kitagawa) yg saat itu sedang berlari menuju atap sebuah gedung (nanti bakalan kita tahu klo dia lagi sakit) dan mencoba untuk bunuh diri (jangan ditiru). Lalu kita akan flashback sebelum kejadian tersebut, saat dia masih sehat... Scene beralih dimana dia habis ML dengan pacar temannya yaitu Hiroko. Hiroko yang melihat apa yg terjadi kontan aja langsung marah2 kepada Rina, tapi dengan cueknya Rina hanya berkata bukankah mereka berteman? Dan sudah seharusnya teman itu diperbolehkan untuk saling menggunakan milik masing2 (ya mbok egk pinjem pacar juga kali >_<). Rina lalu pergi meninggalkan Hiroko yang kaget dengan perkataannya. Malamnya, seperti biasa Rina pergi clubbing (ckckck ababil niy). Di sana rupanya dia telah ditunggu oleh Emi yg juga temannya. Emi bilang klo dia tadi dapet email dari Hiroko yang isinya makian kepada Rina, namun yg bersangkutan cuek aja. Satu2nya yang menarik perhatian Rina saat itu hanyalah Yousuke, disk jockey baru di club itu. Yang menurut bartender cowok itu hanya tertarik dengan cewek seksi. Rina pun tertantang mendengar hal itu dan untuk menarik perhatian Yousuke, dia pun turun (istilah bwt nge-dance, gw tw dr tmn gw yg suka dugem dulu). Sudah pasti Rina menjadi pusat perhatian Yousuke dan cowok itu kemudian menghampiri Rina (yg sok jual mahal euy, hehehe) dan mereka pun dance berdua (ih waw!). Kemudian berlanjut dengan mereka bermesraan, tp Rina menolak untuk having sex dengannya dan menyuruh cowok itu melakukannya saja dengan Emi yg juga adalah penggemarnya. Yousuke tentu aja egk mau, tetapi Rina egk menggubrisnya dan pergi meninggalkannya bersama Emi.


anak baik jgn dugem, buang2 duit

Saat pulang, Rina tiba2 merasa mual yg dianggap temannya mungkin dia hamil (aigooo...). Tapi Rina menyangkal hal itu krna dia selalu minum pil saat ML, jd itu egk mgkn (wlopun dlm hatinya psti gundah gulana, hohoho). Sampai di rumah, Rina langsung masuk ke kamar coz dia ngerasa emg lagi egk enak badan. Ibunya yg khawatir dengan keadaannya justru diusir olehnya (parah...). Esoknya kembali sang ibu mendatangi kamar Rina dengan tujuan untuk membangunkan putrinya itu, tp yg ada kali ini si ibu malah dilempar sepatu (klo gw kyk gt mah udh disambit sm bokap euy). Ibunya pun berpikir klo anaknya mgkn lagi sakit dan ngebawain dia sup. Tapi tiba2 Rina pun keluar dari kamarnya untuk berangkat sekolah. Lantas ibunya menyuruh dia untuk sarapan dulu. Emg udah begajul, niy cewek malah ngelempar makanannya dan bilang klo makan jam segini bisa ngebuat dia gendut. Rina pun pergi sambil ngatain ibunya bodoh (kasian si ibu, frustasi punya anak kyk gitu). Saat di bis, dengan cueknya Rina duduk tanpa mw tahu klo ada orang buta yg lagi berdiri di sebelahnya. Salah satu penumpang bis akhirnya menegur Rina dan menyuruhnya untuk memberikan tempat duduknya kepada orang tersebut. Namun yg ada tuh cewek malah nyolot sama yg negur. Kyknya masalah dia kgk abis2 dah, ckckckck. Sampai di sekolah, Rina langsung menghadap gurunya yg menasehati dirinya agar egk suka bolos dan egk main terus. Tapi emg dasar dablek, dia malah marah2 egk peduli omongan gurunya dan langsung cabut dari sekolah (jgn ditiru yak, hehehe). Yang sebelumnya dia menabrak troli P3K dan salah satu dari cewek yg membawa troli itu kemudian memperhatikan Rina meninggalkan sekolah (nanti kita bkln tw klo dia adalah Maki).




Rina kemudian menelpon Toshi, salah satu orang yg pernah tidur dengannya dan bilang klo dia hamil. Sebagai gantinya Rina pun meminta uang padanya. Namun sayang, tuh duit akhirnya cuma dipake buat hura-hura aja (blm ngerti susahnya nyari duit siy, hauf...). Saat sedang nge-dance, tiba2 Rina jatuh pingsan dan kemudian saat tersadar mendapati dirinya telah berada di rumah sakit. Awalnya dokter cm bilang klo dia hanya anemia, tp untuk lebih memastikan kondisinya si dokter nyuruh dia buat menjalani pemeriksaan besok harinya. Di club, Yousuke bertanya tentang keadaan Rina kepada bartender dan dia pun curhat klo dia mulai jatuh cinta kepada Rina. Lalu handphone Rina pun berdering dan ternyata itu dari Yousuke yang bertanya apakah Rina akan datang hari sabtu nanti karna dia akan main. Suster yg melihat Rina sedang menelpon kemudian menyuruhnya mematikannya (di rumah sakit dilarang nelpon), tp niy cewek malah bandel. Suster lalu bilang klo ada teman Rina yg datang menjenguknya. Temannya itu lalu memperkenalkan dirinya Maki (yup, cewek yg di sekolah td), merupakan teman kecilnya dulu. Sayangnya Rina egk inget dan malah menyuruh Maki pergi. Malam harinya Rina ingin buang air, tp dia egk tau toiletnya. Lalu pasien anak kecil di sebelahnya memberitahu letak toilet tersebut, dia memperkenalkan dirinya Kanae dan mengikuti Rina ke toilet (krna pgn pipis jg, hehehe). Ternyata Kanae ini mengagumi Rina dan berkata kepada onee-chan (kakak cewek) itu klo dia ingin seperti Rina klo udah besar termasuk punya dada besar seperti dirinya (wkwkwkwk, polos bgt niy anak). Awalnya Rina ngerasa risih, tp akhirnya dia pun mau temenan sama tuh anak krna Kanae bilang klo Rina adalah teman pertamanya (slama ini dia selalu di rumah sakit).


"dare?"

Esoknya Rina diperiksa oleh dokter dan ternyata dia egk hamil, dokter lalu menyuruhnya untuk menjalani beberapa tes lebih lanjut (dia ngeliat si Kanae udah gak ada). Saat akan kembali ke kamarnya, Rina egk sengaja ngeliat klo Kanae lagi berada di ruang isolasi. Rupanya anak kecil itu mengidap penyakit leukemia. Suster kemudian meminta Rina agar sering2 menjenguk Kanae biar dia senang, tapi yang ada niy cewek nolak dan bilang klo dia benci menjadi suka relawan. Rina akhirnya diperbolehkan untuk pulang dan pastinya dugem lagi dah (gak kapok juga ya, aih). Melihat Rina datang, Yousuke lantas menghampirinya dan berusaha merayu Rina. Namun sayangnya egk mempan, lagi2 niy cewek nolak dan dia ninggalin cowok itu. Sampai di rumah, orang tuanya menyuruh Rina agar dia kembali ke rumah sakit. Ternyata hasil pemeriksaan tentang kondisi Rina udah keluar dan dia dinyatakan menderita kanker. Karuan aja cewek itu langsung shock. Rina pun harus diopname lagi, lalu suster menyuruhnya untuk mengganti pakaiannya dengan baju pasien, tp yg ada tuh baju malah dilempar sama si Rina. Gak lama kemudian Maki kembali menjenguknya dan membawakan Rina sebuah orgel. Maki meminta izin kepadanya agar dia diperbolehkan untuk menjenguknya lagi. Rina pun menanyakan alasannya untuk menengoknya dan dijawab oleh Maki krna mereka adalah teman dan dia pun pamit pulang. Kanker rupanya mulai menggerogoti tubuh Rina, mulai dari dia sering merasa mual sampai rambutnya yang rontok. Tapi emang dasar bandel, Rina nekat pergi clubbing juga. Di sana dia bertemu Hiroko yg kemudian mengejek Rina dengan sebutan 'old lady'. Rina marah dan mereka pun berantem, lalu datang lah Yousuke yg melerai mereka. Sayangnya egk sengaja wig yg dikenakan Rina lepas dan memperlihatkan klo sekarang kepalanya hampir botak. Rina yang malu lalu pergi, tapi di tengah jalan dia pingsan. Untungnya Maki yg egk sengaja lewat situ ngeliat dirinya dan menolongnya. 

Rina makin shock dengan apa yg terjadi pada dirinya. Maki yg saat itu membujuknya pun egk bisa berbuat apa2. Lalu Maki pun mengajak Rina untuk menemui Kanae yang lagi terbaring lemah (sumpah, niy adegan mulai menguras air mata gw). Kanae berkata pada Rina klo takut udah egk kuat lagi. Untuk menghibur teman kecilnya itu, Rina melepas topinya dan memperlihatkan klo dia juga mempunyai kondisi yang sama dengannya dan meminta Kanae untuk egk menyerah. Kanae pun senang mendengarnya. Esok harinya, Kanae sudah diperbolehkan untuk pulang dan sebelum pergi dia pun berpamitan kepada Rina dan memberi cewek itu kenang2n berupa gambar buatannya. Mereka pun berjanji klo udah sembuh nanti bakalan sama2 pergi ke pantai (sayangnya hal itu egk pernah terwujud...) dan Kanae pun pamit. Melihat Maki yang sering mengunjungi dirinya, Rina lalu bertanya tentang alasannya. Maki kembali menjawab karna mereka adalah teman. Namun Rina pun kembali bertanya lagi padanya sejak kapan mereka berteman karna dia egk pernah inget pernah punya temen seperti Maki. Sambil memainkan orgel Maki pun bercerita klo dulu pas waktu SD, mereka merupakan temen satu sekolah. Pas Rina ulang tahun, Maki diundang ke pestanya. Tapi Maki hanya bisa memberikan kado berupa bunga yang dia petik di tepi jalan karna orang tuanya miskin. Tanpa diduga, Rina menerima kadonya dengan senang hati wlopun semua temannya mengejek kadonya itu. Hal itulah yg membuat Maki diam2 mengagumi sosok Rina (ckckck, padahal cm hal sepele tapi sangat besar pengaruhnya. good!). Maki juga bilang klo orgel itu merupakan pemberian Rina padanya yg saat itu dia berikan karna mereka adalah teman.

Kemudian dokter memberi tahu klo kondisi Rina semakin memburuk dan dia harus segera menjalani operasi yg mengharuskannya kehilangan sebelah dadanya. Rina yg saat itu sedang menunggu ibunya egk sengaja mendengar hal tersebut dari obrolan suster. Karuan aja dia stres berat dan langsung berlari menuju atap rumah sakit untuk bunuh diri (lanjutan adegan di awal film). Saat hendak terjun, Maki pun datang dan mencoba membujuk Rina untuk mengurungkan niatnya. Sayangnya Rina sedang labil ditambah lagi dia pun tahu klo Kanae udah meninggal (sedih bgt...), makin hopeless lah tuh cewek. Rina pun berkata pada Maki klo dia egk akan tahu perasaannya yg akan kehilangan sebelah dadanya. Krna udah egk mempan pake omongan, akhirnya Maki nekat ngeluarin cutter dan melukai sebelah dadanya agar sama nantinya seperti Rina (contoh temen sejati, keren!). Melihat hal tersebut, Rina egk jadi lompat dan dia lalu tahu klo selama ini Maki juga mencoba untuk bunuh diri. Namun, karna Rina lah dia bertahan dan berkata klo krna Rina juga lah alasan Kanae menjadi kuat. Rina bingung krna dia ngerasa egk pernah berbuat apa2 kepada mereka, yg dijawab Maki lagi krna mereka adala teman. Mendengar hal tersebut, Rina akhirnya mau dioperasi (finally). Sedang Maki ternyata dia juga sakit parah dan dia berpesan kepada suster agar merahasiakan kondisinya dari Rina. 


"akanku buktikan padamu. Rina-chan, please don't die..."

Saat sadar, Rina heran kenapa Maki egk datang menjenguknya padahal biasanya dia selalu ada. Kemudian dia pun kedatangan Emi dan Hiroko. Rupanya Hiroko tengah membalas perbuatan Rina padanya dengan berbohong klo dia sudah berhubungan intim dengan Yousuke malahan bertiga dengan Emi, namun dia egk bisa membalas dan hanya diam. Rina yg udah sembuh, akhirnya diperbolehkan untuk pulang dan sekali lagi dia mencari sosok Maki. Suster yg tahu gelagat Rina menyuruhnya untuk tidak khawatir dengan Maki dan berkata bahwa Maki akan baik2 saja. Sampai di rumah, Rina tercengang melihat kamarnya yg dulu berantakkan udah rapi. Lalu dia mencoba melihat dadanya melalui cermin (tp dia msh tkt). Karna Maki egk kunjung datang juga, Rina pun nekat datang ke sekolahnya untuk menanyakan keberadaan Maki. Tapi sayang, egk seorang pun tahu dimana Maki. Back to habit, Rina kembali clubbing (kyknya ini yg terakhir deh dia dugem). Dia lalu disambut oleh bartender dan Emi. Ternyata saat dia diopname, Yousuke sempat menulis surat untuknya yg dititipkan kepada Hiroko dan egk prnh sampe ke tangan Rina. Gak lama cowok itu pun nyamperin Rina dan kemudian dia 'menembak'nya. Tapi sebelum menerima Yousuke, Rina bertanya mengenai beberapa hal. Dia bertanya kepada cowok itu bagaimana klo seandainya terjadi sesuatu pada dirinya (mksdnya cacat) apakah Yousuke masih mau menerimanya? Yousuke lalu menjawab klo apapun yg terjadi dia akan selalu berada di sisinya (yakin???). Mendengar hal itu, Rina pun lega dan mereka pun beranjak ke sebuah kamar. Saat itu Rina memperlihatkan dadanya yg hanya sebelah kepada Yousuke. Emg dasar tuh cowok brengsek, ngeliat kondisi Rina yg cacat dia malah ninggalin tuh cewek (fuck!). Rina pun menangisi nasibnya dan memanggil-manggil nama Maki.

Sblmnya gw mw ngingetin klo mulai bagian ini, mending siap2 tisu deh coz gw sendiri nangis pas nontonnya (lebay, tp emg gt kenyataannya). Okey, lanjut!

Stres ditinggalin Yousuke, Rina pun berniat bunuh diri lagi dari atap rumah sakit. Tapi dengan segera hal tersebut diketahui oleh suster dan menyuruhnya menghentikan perbuatanya karna pasti nanti ibunya dan Maki akan sedih. Rina rupanya udah egk peduli lagi, menurutnya udah egk ada yg membutuhkannya begitu pun Maki yg skrg udah egk ada di sampingnya. Lalu Maki pun datang, cewek itu sekarang duduk di kursi roda. Ya, dari sang suster akhirnya Rina tahu klo ternyata Maki mengidap penyakit neurodegenerative. Dimana tubuhnya perlahan-lahan akan menjadi kaku dan tidak bisa digerakkan lagi, mulai dari ujung jari hingga seluruh badannya dan menyebabkan kematian (gak nahan gw, hiks...). Melihat temannya yg memcoba bunuh diri lagi, Maki yg sakit  berusaha sekuat tenaga untuk bangkit. Wlopun dia terjatuh dari kursi roda, tp dengan sisa tubuh yg bisa digerakkan Maki berupaya menghampiri Rina. Dia berkata pada Rina klo dia masih ingin hidup dan berteman dengan Rina (anjrit, beneran ini adegan tersedih yg pernah gw tonton!). Oleh karna itu Rina jgn bunuh diri. Menyaksikan Maki dlm kondisi demikian, Rina pun langsung menghampirinya dan memeluk Maki. Kali ini gantian deh giliran Rina yg mengurusi Maki yg udh hampir egk bisa gerak lagi. Melihat Rina yg dengan rajin menemaninya, dia lalu mengucapkan terima kasih kepada Rina dengan terbata-bata (mgkn ini terakhir kalinya dia ngomong...). Mendengar hal itu Rina hanya menjawab klo mereka adalah teman. Waktu pun berjalan dan Rina udah menjadi seorang suster (udh tobat niy cewek, salut dah ah!), meski begitu dia masih dengan setia mengurus Maki yg udah egk bisa ngapa2in lagi sekarang (mereka berkomunikasi lewat kontak mata doang). Kdng Rina suka curhat kepadanya klo ada pasien anak kecil nakal yg memanggilnya 'old bitch' (wkwkwk, inget dia dulu suka ngatain orang), Maki pun 'tertawa' mendengannya. Tapi kemudian kondisinya menjadi kritis. Pada saat itu lah Rina jadi ingat kata2 Maki yg pernah berkata klo dia senang bisa punya teman dan cewek itu pun menangis. Rina merasa klo sebentar lagi Maki akan meninggalkan dirinya... Tiga bulan kemudian, Maki pun menyerah dengan penyakitnya dan dia pun pergi untuk selama-lamanya dan film pun berakhir...




My Opinion

Udah pasti pendapat gw yg pertama adalah niy film bakaln menguras air mata, mknya sebelum nonton mending siapin stok tisu  deh. Yeah, Dear Friends mengajarkan kita tentang arti seorang teman dan egk hanya itu aja, film ini juga membuat kita untuk lebih menhargai makna hidup. Rina yg tadinya tidak membutuhkan sosok teman, akhirnya harus mau klo mengakui klo dia butuh. Saat dia jatuh muncullah Maki yg menompangnya. Rina merasakan persahabatan yg tulus dengan gadis itu, makanya dia rela gantian mengurus Maki saat gadis itu sakit keras. Keiko Kitagawa berakting sangat baik dan berani mengambil peran sebagai Rina (byk yg terkejut ketika dia main di sini), menjadi seorang remaja labil yg kemudian harus menghadapi kenyataan klo dia mengidap kanker (dia jg prnh main di film Fast & Furious: Tokyo Drift). Sedang lawan mainnya Yuika Motokariya yg berperan cukup baik sebagai Maki (wlopun agak sdkit kaku aktingnya, but no problem lah). Cerita yg simpel dengan inti "apakah teman itu perlu?" bisa jadi juga menjadikan film ini sangat layak untuk ditonton oleh remaja (khususnya para ababil). Gak perlu tuh nonton sinetron yg episodenya bertele-tele yg juga mengambil tema tentang arti pertemanan pdhl isinya cm pacaran aja, hehehe (maaf ya, ini opini gw). Ow ya, buat yg mw baca manganya niy gw ksh link-nya. Enjoy it!


Then, sampai di sini dulu review kali ini. Sumpah, sambil nangis bikinnya gara2 nonton ini film. Okey, see you next time! ^^

7 komentar:

arie sshi mengatakan...

ini film lama pa baru...??
pengin ntn euy....

Aru mengatakan...

Ini film buatan tahun 2007, ya egk lama2 bgt lah, hehehe. ^^

anggie mengatakan...

aku juga udh nonton film ini..tp menurutku biasa aja,,gag bikin aku smpe nangis..cuma si rina cantik banget ya...mirip kyoko fukada kalo agak kurusan...

Aru mengatakan...

@anggie,,
Kakakak, maklum aja aku nulisnya pas lagi patah hati jadi agak lebay gimana gitu,, xD

Yup, si Keiko Kitagawa emang pas banget meranin Rina, yeopta,, ^^

Gomawo udah mampir,, ^3^

Anonim mengatakan...

seperti biasa, sulit dpt dvd nie film, en sulit juga dpt link free downloadx

tpi, terlepas dri kisah sedihx, rusak juga nie cewek y. syukurlah, akhirx tobat...

Anonim mengatakan...

sayang bgt nich, gak bs bc mangax. kyx udah dihapus yg upload:(

Aru mengatakan...

@anonim,,
Mian ya, film ini emang cukup langka. Aku aja nyari butuh setahun dan itu juga dapetnya egk sengaja pas udah egk mood. ^^